siang itu seperti biasa ray dan ke dua temannya sedang mengobrol di teras rumahnya,tiba-tiba ada sesosok gadis cantik nan mungil melewati depan rumah ray, alangkah terpesonanya ray kala itu melihat gadis itu,
cung itu siapa yang barusan lewat?, kayanya gue bru liat dia deh" tanya ray ke pada salah satu temannya acung
itu nama nya dwi, dia baru aja pindahan kemarin sore" jawab acung
wih manis juga ni cewe, dia tinggal dimana cung?"
tu di jalan pipit sebelah warungnya koh slamet"jawab acung
wah kayanya target baru ni buat gue"
ah lo ray kambing dibedakin juga lo pasti bilang itu target baru,hehe'
sialan lo gue masih waras masa gue di samain sama kambing"
dan setelah sore harinya ray berjalan-jalan dengan motor thundernya mengitari komplek, sampai pada sebuah tikungan ray bertemu lagi dengan gadis yang tadi siang melewati depan rumahnya,
wah kesempatan bagus ni, gue pengen ngajak kenalan dia ah, siapa tau dia mau" batin ray saat itu
hai cewe, kayanya baru ya di komplek ini? boleh ga aku kenalan sama kamu?" sapa ray kepada wanita itu
ehm, iya aku orang baru disini kenalin nama aku dwi, aku baru pindahan dari bandung" jawab wanita itu
wah nama kamu secantik orangnya ya,hehe, canda ray
ah kamu bisa aja" jawab wanita itu
oh iya aku sampai lupa ngenalin diri aku, kenalin nama ku ray, aku tinggal di gang sebelah"
akhirnya mereka berkenalan
singkat cerita ray kini sering sekali bermain atau kadang hanya melintas di depan rumah sang gadis pujaannya itu
semakin hari semakin akrab saja mereka, bahkan ray sempat beberapa kali mengajak wanita itu untuk menonton dan jalan-jalan.
sampai pada suatu ketika ray mencoba untuk menembak wanita itu saat mereka sedang berjalan-jalan di mal
ehm dwi, aku mau ngomong sesuatu ni sama kamu, tapi jangan marah yah" ucap ray
emangnya kamu mau ngomong apa sih ray, ngomong aja lagi kamu kaya sama siapa aja, kita kan temen," ucap dwi
ehm tapi jangan marah yah"
iya dwi janji deh ga bakalan marah sama ray"
gini sebenernya aq tu udah lama banget pengen ngomong ini ke kamu, tapi aku belum siap aja, tapi sekarang aku udah siap kok, ehm, dwi sebenernya aku sayang sama kamu, bahkan aku bukan cuma sayang, aku cinta sama kamu"ucap ray
kamu serius ray sayang sama aku? tapi kan kamu belum kenal aku sepenuhnya, tar kamu kecewa lagi setelah kamu tau aku kaya gimana" jawab dwi
ga deh, aku ga bakalan nyesel aku janji" jawab ray
bener?"
iya bener, aku bakal nerima kamu apa adanya walaupun bagaimana keadaan kamu, aku janji"
walaupun seandainya nanti aku tertidur dirumah sakit dan mungkin umur aku ga akan lama lagi?" jawab dwi
maksud kamu apa wi?"tanya ray
ga kok aku cuma berandai-andai aja, kita kan ga tau umur kita sampai kapan,"
oh gitu, ya. aku bakal setia nungguin kamu walaupun kamu sakit parah sekalipun, aku janji" jawab ray
ya udah kalau emang kamu yakin begitu, aku mau kok jadi pacar kamu" jawab dwi
bener?
ya bener ray aku mau jadi pacar kamu
dan akhirnya mereka pun jadian
setelah itu ray mengantarkan dwi pulang, setelah itu ray langsung pulang ke rumah karena hari juga sudah larut malam,
di rumah ray memikirkan apa maksud dari ucapan dwi sore tadi, ray tidak bisa tidur dengan tenang memikirkan hal tersebut.
ke esokan harinya ray berkunjung kerumah dwi, dan didapatinya dirumah dwi terdapat mobil ambulance di depan rumah dwi
ray langsung masuk ke dalam rumah dwi dan dia bertanya kepada orang rumah apa yang terjadi
akhirnya ayah dwi memberitahukan ray bahwa dwi menderita penyakit kangker otak dan sekarang kondisinya sangat kritis sekali
betapa terkejutnya ray mendengar kabar tersebut, baru kemarin mereka bersenang-senang tertawa bersama, sekarang ray mendengar kabar bahwa dwi mengidap penyakit parah
dan akhirnya ray pun ikut ke rumah sakit bersama ke dua orang tuanya dwi,
setibanya dirumah sakit ray sangat gelisah sekali menunggu kabar dari dokter yang tak kunjung memberikan kabar tentang keadaan dwi
setelah hampir 2 jam mereka menunggu di luar akhirnya suster keluar dan mengabarkan bahwa dwi sudah tiada
betapa terpukulnya ray dan keluarga dwi saat itu, mereka hanya bisa terdiam menatap jasad dwi yang kini telah terbaring tak bernyawa.
ray yang saat itu masih terpukul, dipanggil oleh ayahnya dwi,
ray sini nak"
ya om ada apa"
sebenernya om dan tante sudah mengetahui akan kepergian dwi ini, dan tadi malam sebelum dia dia drop kondisinya dwi sempat menulis surat ini untuk kamu, ini tolong diterima"
makasih om"
dan akhirnya ray membaca isi surat tersebut
dear ray
ray makasih kamu udah nemenin aku selama ini, makasih kamu udah mau jadi bagian di hidup aku yang cuma sebentar ini, maaf kemarin aku ga ngasih tau ini, aku takut kamu akan sedih apabila kamu mendengar ini,
ray aku makasih banget karena kamu mau menerima aku apa adanya, kamu mau mencintai aku dengan tulus, maaf kalau aku membalas dengan kepergian ku ini, ray mungkin kepergian aku ini sangat mendadak sekali, tapi ini semua sudah menjadi kehendaknya, seperti yang aku bilang kemarin umur manusia ga ada yang tau, dan mungkin ini saatnya aku untuk pergi dari dunia ini, makasih kamu udah jadi bagian di hidupku makasih kamu udah mau berbagi denganku.
mungkin ini saja surat dariku semoga kamu bisa merelakan kepergianku ini.
wasalam
dwi
saat itu juga air mata ray jatuh, dan pagi harinya ray mengantarkan jenazah dwi ke pemakaman bersama orang-orang lainnya,
tak kuasa ray menahan air mata yang jatuh.
setelah itu ray langsung pulang menuju rumah di perjalanan dia mendengarkan lagu dari ST 12 yang berjudul saat terakhir
tak pernah terpikir olehku
tak sedikit pun ku menyangka
kau akan pergi tinggalkan ku sendiri
begitu sulit ku menyangkal
begitu sakit ku rasakan
kau akan pergi tinggalkan ku sendiri
* di bawah batu nisan kini kau tlah sandarkan
kasih sayang kamu begitu dalam
sungguh ku tak sanggup ini terjadi
karna ku sangat cinta
** ini lah saat terakhirku melihat kamu
jatuh air mataku menangis pilu
hanya mampu ucapkan selamat jalan kasih
satu jam saja ku telah bisa
cintai kamu kamu kamu di hatiku
namun bagiku melupakanmu
butuh waktuku seumur hidup
satu jam saja ku telah bisa
sayangi kamu di hatiku
namun bagiku melupakanmu
butuh waktuku seumur hidup
di nantiku
satu jam saja ku telah bisa
cintai kamu kamu kamu di hatiku
namun bagiku melupakanmu
butuh waktuku seumur hidup
satu jam saja ku telah bisa
sayangi kamu di hatiku
namun bagiku melupakanmu
butuh waktuku seumur hidup
lagu itu melantun dengan indahnya mengantarkan ray dalam kesedihannya
tamat
Browse: Home > cerpen > Saat terakhir
Rabu, 24 Februari 2010
Saat terakhir
Diposkan oleh Ray di 10:23
Label: cerita fiksi, cerpen
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


















0 komentar:
Poskan Komentar